Menjadi Pribadi yang Cerdas
Maraknya smartphone yang lahir dengan harga terjangkau dan perlombaan dari para provider untuk memberikan pelayanan yang mudah dan murah saat ini, menjadi cikal bakal hadirnya istilah "Selfie" di kalangan masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa. Semua kemudahan yang diberikan tersebut tidak dapat dilepaskan dari bahaya yang belum diketahui oleh sebagian orang. Penggunaan "Selfie" yang luar biasa dan diperparah dengan dipublikasikan secara luas melalui media sosial memiliki dampak kurang amannya seseorang. Karena beranjak darisanalah seorang kriminal akan menggunakan foto "Selfie" sebagai bank data mereka yang dapat diperolehnya dengan sangat mudah.
"Selfie" merupakan perekaman pribadi seseorang berupa Foto. Selama penggunaan "Selfie" diperuntukan untuk pribadi dan menjadi bank data pribadi tidak akan berdampak kearah bahaya. Namun menjadi "trouble" ketika setiap melakukan "Selfie" selalu dishare ke media sosial tanpa ada "filter" dari pribadi seseorang. Dan biasanya seseorang karena "amazing" terhadap sesuatu hal tanpa berpikir panjang langsung dishare ke media sosial sehingga dapat dilihat oleh khalayak dengan sangat mudahnya.
Hasil dari share "Selfie" tanpa filter dapat membaca nama seseorang (pribadi, keluarga, saudara, teman dll), ketertariakan seseorang (makanan, minuman, kendaraan, dll), Hobby seseorang (travelling, memancing, dll), lokasi dan posisi seseorang terupdate dan masih banyak lagi yang dapat digali dari Foto "Selfie".
Banyak sekali kejahatan yang telah terjadi karena dampak dari penggunaan Media Sosial. Untuk itu perlulah menjadi pribadi yang "awereness", menjadi pribadi yang cerdas melakukan penyaringan mana hal-hal yang perlu di share dan mana yang tidak. Ingat bahwa ada seseorang diluar sana, yang selalu melihat dan mempelajari gerak-gerik kita.
Komentar
Posting Komentar